Halaman

Jumat, 27 Mei 2011

Saat Tepat Penentuan Arah Kiblat yang Tepat

http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/11/05/26/llt3rm-saat-tepat-penentuan-arah-kiblat-yang-tepat
Saat Tepat Penentuan Arah Kiblat yang Tepat
Beberapa bulan yang lalu segenap umat Muslim di Indonesia disibukkan dengan perubahan arah Kiblat yang merupakan arah sholat untuk umat muslim di seluruh dunia. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, umat Islam melaksanakan sholat dengan menghadap Kiblat-Ka'bah yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekkah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi umat Islam dan merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah Kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Banyak umat muslim di Indonesia yang berusaha mengubah arah masjid atau mushola guna mencocokkan dengan arah Ka'bah tersebut. Yang semula arah masjid ke arah Barat, diubah menjadi agak condong ke arah Utara sepanjang 5O. Atau yang tidak mau repot-repot mengubah bentuk fisik bangunan masjid, mereka berusaha mengubah arah sajadah dengan memiringkannya ke arah Utara.

Sehingga sering kita jumpai di banyak masjid atau mushola orang sholat dengan sajadah yang miring ke arah Utara dengan bentuk masjid tetap menghadap ke arah Barat. Begitu sangat pentingnya arah Ka'bah buat kaum muslim. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu sangat masuk akal sekali terjadi perubahan arah Ka'bah karena bumi kita yang selalu bergerak secara aktif.

Alasan dasar yang menyebabkan perubahan posisi di muka bumi adalah konsep tektonik lempeng (Plate Tectonic). Konsep tektonik lempeng diperkenalkan sejak tahun 1912 oleh ilmuwan berkebangsaan Jerman yang bernama Alfred Wegener dengan teorinya yang sangat terkenal Pengapungan Benua (Continental Drift).

Dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans, Wegener mengatakan bahwa bumi dulunya berasal dari satu benua raksasa atau supercontinent yang diberi nama Pangaea yang berarti All-Lands atau All-Earth dan kemudian terpisah satu dengan yang lainnya.

Pusat Pangaea ini adalah Afrika, sedangkan di sebelah Barat adalah Amerika Selatan, di BaratLaut ada Amerika Utara, di Utara dan TimurLaut ada Eropa, Asia dan Cina Utara, sedangkan di Tenggara dan Selatan ada India, Antartika dan Australia. Di sebelah Timur ada lautan bernama Tethys, dan terakhir di sebelah timurnya Tethys, ada Cina Selatan. Sedangkan laut mahaluas yang mengelilingi Pangaea dinamakan Panthalassa.

Kemudian Pangaea terpecah menjadi 2 daratan Laurasia di sebelah Utara dan Gondwana di sebelah Selatan. Inti dari tektonik lempeng adalah bahwa litosfer terdiri dari lempeng-lempeng tektonik yang mengambang di atas astenosfer yang serupa fluida (padatan visko- elastik). Fluiditas relatif astenosfer memungkinkan lempeng-lempeng tektonik ini untuk mengalami pergerakan ke arah yang berbeda-beda karena adanya mekanisme arus konveksi.

Pergerakan lempeng tersebut yang menyebabkan perubahan posisi di muka bumi antara satu tempat dengan yang lainnya. Pergerakan lempeng relatif satu sama lain berbeda arah dan kecepatan.

Saat ini ada sekitar 15 lempeng besar bumi, yaitu : Antartika, Australia, Eurasia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Pasifik, India, Arabia, Afrika, Cocos, Filipina, Nazca, Karibia, Juan de Fuca dan Scotia. Sebagai contoh saat ini lempeng Arabia bergerak ke arah Utara, sedangkan lempeng Eurasia bergerak searah jarum jam. Hal ini yang menyebabkan terjadinya pergeseran posisi Ka'bah (yang berada di lempeng Arabia) relative terhadap tempat lain disekitarnya (termasuk Indonesia yang berada di lempeng Eurasia).

Ada 2 cara untuk menentukan arah kiblat dari posisi kita berada. Cara yang pertama untuk menentukan arah kiblat dengan cukup presisi dapat dilakukan dengan merujuk pada kordinat Bujur/Lintang dari lokasi Ka'bah di Mekkah terhadap masing-masing titik lokasi orientasi dengan menggunakan perangkat GPS (Global Positioning System).

Untuk keperluan tersebut dapat digunakan hasil pengukuran koordinat Ka'bah berikut sebagai referensi penentuan arah kiblat. Lokasi Ka'bah :
• 21°25‘21.2“ Lintang Utara
• 39°49‘34.1“ Bujur Timur
• Elevasi 304 meter (Di atas permukaan laut)

Adapun cara yang kedua cara sederhana dapat pula dilakukan untuk melakukan penyesuaian arah Kiblat. Pada saat-saat tertentu dua kali dalam satu tahun , matahari tepat berada di atas Mekkah (Ka'bah). Sehingga jika pengamat pada saat tersebut melihat ke arah matahari, dan menarik garis lurus dari matahari memotong ufuk atau horison tegak lurus, pengamat akan mendapatkan posisi tepat arah Kiblat tanpa harus melakukan perhitungan sama sekali, asal kita tahu kapan tepatnya matahari berada di atas Mekkah.

Bumi bergerak mengelilingi matahari (revolusi), dan juga berputar menurut porosnya (rotasi) terhadap sumbu bola bumi. Namun sumbu rotasi bumi itu tidak tegak lurus terhadap sumbu revolusi. Karena kemiringan itu, wilayah yang diterangi matahari sepanjang tahun berbeda-beda. Selama setengah tahun, matahari lebih banyak menerangi wilayah utara ketimbang wilayah selatan, dan setengah tahun berikutnya hal sebaliknya yang terjadi. Jika fenomena ini diamati sepanjang tahun dari bumi, maka terlihat seolah-olah matahari itu bergerak dari utara ke selatan selama setengah tahun, dan kemudian balik lagi bergerak dari selatan ke utara pada setengah tahun berikutnya. Matahari seolah-olah bergerak ke Utara sejauh 23,5 0 dan begitu juga sebaliknya bergerak ke Selatan sejauh 23,5 0.

Akibat pergerakkan semu matahari ini posisi matahari seolah-olah selalu berubah-ubah sepanjang tahun. Setengah tahun matahari berada di belahan bumi Utara 21 Maret – 23 September, dan setengah tahun berikutnya matahari berada di belahan bumi Selatan 23 September – 21 Maret.

Akibat pergerakkan ini, posisi matahari akan tepat berada di atas kota Mekkah pada tanggal 28 Mei pukul 16:18 WIB (09:18 GMT) dan pada tanggal 16 Juli pukul 16:27 WIB (09:27 GMT) setiap tahunnya. Sedangkan selang setengah tahun berikutnya posisi matahari akan tepat membelakangi Ka'bah yaitu tepat pada tanggal 28 November pukul 21:09 WIB (04:09 GMT) dan pada tanggal 16 Januari pukul 21:29 WIB (04:29 GMT).

Dengan kita melihat posisi matahari tersebut, maka secara sederhana kita akan bisa menentukan arah Kiblat dari tempat kita berada secara tepat. Tunggu tanggal 28 Mei pukul 16:18 WIB atau 16 Juli pukul 16:27 WIB setiap tahunnya, maka arah tepat kita memandang matahari adalah arah Kiblat. Selamat mencoba.

Eko Minarto
Kandidat doktor di Institute of Geophysics Hamburg University, Germany
Red: Johar Arif

Selasa, 17 Mei 2011

Wah! Thailand Punya Bank Sapi dan 3.355 Bank Beras


Ade Irawan - detikFinance Selasa, 17/05/2011 11:09 WIB
Jakarta - Untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari bagi para petani di Thailand, ada bank yang khusus dibentuk untuk meminjamkan beras. Saat ini terdapat 3355 bank beras yang dapat bisa memberikan pinjaman beras di Thailand untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Total ada 3.355 bank beras di seluruh Thailand, bahkan saat ini sudah akan ditambah lagi 80 bank beras," Duta Besar RI untuk Thailand Mohammad Hatta di salah satu hotel di Jakarta, Senin (16/5/2011).

Menurut Hatta, masyarakat yang meminjam beras dari bank beras ini tidak dikenakan bunga dalam pengembaliannya. Masyarakat hanya harus mengembalikan beras yang dipinjamnya pada saat pinjaman memasuki jatuh tempo.

"Setelah jatuh tempo dapat dikembalikan tanpa bunga," jelasnya.

Hatta menambahkan, selain bank beras, di Thailand juga terdapat bank sapi dan kerbau untuk disewakan kepada masyarakat. Sapi-sapi tersebut disewakan kepada petani unutk dipekerjakan di sawah milik petani tersebut dengan beberapa peraturan.

"Sapi atau kerbau dipinjamkan selama 5 tahun. Kalau punya anak setelah berumur 18 bulan akan dikembalikan ke bank dan generasi berikutnya jadi miliki petani. Jika dalam 3 tahun tidak punya anak maka sapinya dikembalikan ke bank," tambahnya.

Lebih lanjut Hatta menjelaskan, ketahan lahan tanam di Indonesia tidak sekuat di Thailand. Di Indonesia, lahan pertanian dapat beralih fungsi menjadi perumahan atau perindustrian.

"Di Thailand, pemerintah tidak kasih ruang buat alih fungsi, di sini bisa ganti, ada pembebasan tanah dan semacamnya," ungkapnya.

Hatta menambahkan, pemerintah Thailand tetap berpegang teguh dengan rencana unutk menjadikan negaranya menjadi produsen beras nomor satu di dunia.

"Meski rezim bergonta-ganti, akan tetapi mereka berkomitmen terhadap master plan tersebut," pungkasnya.

(ade/qom) 

Komunitas Yahudi di Indonesia(1) Sensasi Yang Mengundang Kemarahan

Iin Yumiyanti,M. Rizal - detikNews


Jakarta - Komunitas Yahudi untuk pertama kalinya merayakan hari kemerdekaan ke-63 Israel di Indonesia. Perayaan digelar pada Sabtu (14/5/2011) di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hujatan langsung membanjiri acara tersebut. Perayaan itu dianggap sebagai sensasi murahan dan membuat marah banyak kalangan.

Awalnya, peringatan kemerdekaan Yahudi itu akan akan digelar di sebuah lapangan di Jakarta Selatan di sebuah tempat yang masih dirahasiakan. Ketua panitia perayaan kemerdekaan Israel, Unggun Dahana menyatakan rencana perayaan kemerdekaan Israel bukan untuk mencari sensasi. Tujuan perayaan itu, justru untuk perdamaian. 

"Saya ingin melaksanakan dengan maksud damai, murni ingin mewujudkan perdamaian Israel dan Palestina," jelas Unggun. Namun polisi tidak memberikan izin perayaan tersebut sehingga Unggun lantas membatalkannya. Namun ternyata sebanyak 28 anggota Komunitas Yahudi tetap menggelar acara tersebut di Puncak. 

Sejak diumumkan, rencana perayaan kemerdekaan Israel langsung menuai kontroversi. Indonesia selama ini tidak pernah mengakui Israel sebagai sebuah negara. Sebab Indonesia bersama 130 negara di dunia mendukung kemerdekaan Palestina. Pemerintah pun menolak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan amanat dari Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Sehingga dengan demikian penjajahan negara manapun termasuk Israel terhadap Palestina akan ditentang oleh Indonesia. Selain itu, Indonesia dan Palestina mempunyai ikatan sejarah, Palestina lah yang mula-mula mengakui kemerdekaan Indonesia.

Buku 'Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri' karya Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia M. Zein Hassan Lc, mengungkap Palestina telah memberi dukungan atas kemerdekaan Indonesia di saat negara lain belum berani untuk memutuskan sikap. Dukungan sudah diberikan sebelum Soekarno-Hatta memploklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Pada 6 September 1944, mufti besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini yang melarikan diri ke Jerman lewat radio Berlin mengucapkan selamat atas kemerdekaan Indonesia bertepatan atas pengakuan Jepang atas kemerdekaan Indonesia. Muhammad Ali Taher, pedagang kaya raya Palestina menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata, "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia". 

Maka tidak aneh, apapun yang berbau Israel atau Yahudi selalu mendapat penolakan dari banyak kalangan di Indonesia. Apalagi Israel tidak kunjung mewujudkan perdamaian dengan Palestina yang mentargetkan kemerdekaannya pada September 2011. Pekan ini misalnya, Israel melakukan serangan tembakan di perbatasan Lebanon. Serangan itu menewaskan 10 orang dan melukai 110 orang yang tengah menggelar demonstrasi mendukung kemerdekaan Palestina.

Dalam kondisi rasa solidaritas terhadap Palestina begitu tinggi, perayaan kemerdekaan Israel ibarat menyiramkan minyak pada api. Tindakan itu merupakan provokasi yang bisa menyulut ketersinggungan masyarakat Indonesia. Maka banyak kalangan, baik DPR, pemerintah maupun tokoh agama kontan menghujat rencana tersebut. 

Kementerian Luar Negeri menentang acara itu karena Indonesia tidak pernah mengakui Israel."Kemlu sudah jelas, menolak posisi Israel dan tidak mengakui Israel. Kita sendiri tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Jadi Kemlu tidak mengakui perayaan Ultah tersebut," kata Jubir Kemlu Michael Tene. 

Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) menilai perayaan HUT Israel merusak kewibawaan pemerintah. "Bagi mereka yang akan merayakan itu, saya imbau tidak melakukan itu. Karena hal itu bisa saja menyulut ketersinggungan masyarakat Indonesia, termasuk merusak kewibawaan pemerintah," kata SDAi.

Kalangan DPR pun marah dengan tetap digelarnya perayaan kemerdekaan Israel di Puncak. DPR meminta polisi memanggil dan memeriksa semua peserta perayaan kemerdekaan Israel Polisi diminta menyelidiki secara khusus motif perayaan kemerdekaan Israel tanpa izin itu.

"Komplotan ini harus dipanggil untuk dimintai keterangan. Polisi tentu berhak melakukan penyelidikan secara khusus," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Kalangan agama pun tidak bisa menerima perayaan kemerdekaan Israel. Sekretaris Hubungan Antaragama Koferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Antonius Benny Susetyo menilai komunitas Yahudi tidak peka dan tidak bijaksana merayakan kemerdekaan Israel. 

Tindakan merayakan kemerdekaan Israel, dinilai Romo Benny, sebagai tindakan yang over dosis. Selama perdamaian Palestina dan Israel belum tercapai, semestinya Komunitas Yahudi menahan diri.

"Harusnya mereka tidak perlu over dosis dalam hal ini. Saya kira sebenarnya kalau mereka mengaku sebagai WNI, mereka harus betul-betul tahu hidup bernegara," kata Romo Benny.

Ketum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Syuhada Bahri menyebut perayaan itu sebagai musibah besar yang harus ditolak.

(iy/iy)