Halaman

Selasa, 15 April 2014

Kisah Ricky Elson, 'Putra Petir' Pencipta Mobil Listrik RI

Angga Aliya - detikfinance
Selasa, 15/04/2014 07:35 WIB


http://finance.detik.com/read/2014/04/15/072732/2555179/1036/4/kisah-ricky-elson-putra-petir-pencipta-mobil-listrik-ri#bigpic


Jakarta - Sampai saat ini Indonesia belum punya mobil listrik yang bisa diproduksi secara massal. Tapi sudah ada beberapa mobil listrik yang dibangun oleh putra bangsa.

Ia adalah Ricky Elson, pria asal Padang yang mengenyam pendidikan di Jepang. Selama bekerja di negeri Sakura ia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang. Terutama di bidang motor listrik.

Kinerja dan hasil karya Ricky ini terdengar oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Dahlan pun meminta Ricky kembali ke Indonesia untuk membangun mobil listrik nasional.





Pernah Terlibat di Mobil Listrik Tucuxi
Ricky pertama kali terlibat dalam pembuatan mobil listrik nasional adalah saat Danet Suryatama menciptakan Tucuxi atau 'Si Lumba-lumba'. Mobil listrik sport berwarna merah ini hanya sempat dikembangkan sampai prototype alias purwarupa.

Mobil sport listrik Tucuxi yang sedang diuji coba Dahlan mengalami kecelakaan di Plaosan, Magetan, Sabtu 5 Januari 2013. Ricky berada di samping Dahlan saat kecelakaan itu. Beruntung keduanya selamat tanpa mengalami luka parah.

Saat itu Ricky dipercaya sebagai lead engineer untuk tim pengawas mobil listrik yang menyerupai mobil Ferarri ini.


Selo Pengganti Tucuxi

Dua bulan berselang setelah insiden tersebut,  Dahlan menugaskan Ricky yang merupakan salah satu 'Putra Petir' untuk mengembangkan mobil listrik sport bernama Selo.

Untuk desain, Dahlan menyerahkan semuanya rancangan mobil kepada Ricky. Untuk harga, mantan bos PLN ini menuturkan harga mobil Selo lebih murah daripada Tucuxi.

Selo sendiri, diambil dari nama dari bahasa Jawa yang memiliki arti batu.


Gendhis, Mobil Listrik Sekelas Alphard

Selain Selo, Ricky bersama timnya sempat mengerjakan mobil listrik kelas MPV bernama Gendhis. Bersama Selo, mobil berukuran cukup besar ini dipamerkan di KTT APEC yang digelar di Bali pada 5-7 Oktober 2013 lalu.

Gendhis pernah mengalami insiden kecil, yaitu baterainya terbakar. Salah satu petugas yang melakukan pengisian baterai lupa mematikan charger sehingga isi baterainya terlalu penuh.

"Terbakarnya cuma baterai, (apinya) gak besar, biasa itu kalau baterai terbakar," ujar Ricky Elson, pencipta mobil listrik Gendhis kepada detikFinance.


Dukungan Pemerintah Kurang

Setelah lebih dari satu tahun kembali ke tanah air, Ricky dan mobil listrik buatannya kurang didukung pemerintah. Padahal pemerintah selalu berkoar-koar supaya bisa menghemat konsumsi BBM.

Ricky menjelaskan, geliat bisnis dan pengembangan mobil listrik di Indonesia baru terjadi pada 5 hingga 10 tahun ke depan. Tapi diprediksi malah mobil listrik buatan luar negeri, seperti Jepang yang akan meramaikan tanah air.

"Jadi 5-10 tahun ke depan mobil listrik baru merebak. Itu bukan mobil listrik produksi Indonesia, tapi Jepang," kata Ricky kepada detikFinance.

Proyeksi Ricky terkait nasib mobil listrik nasional bukan tanpa alasan. Tanpa dukungan penuh dari pemerintah dan pelaku industri otomotif tanah air, purwarupa mobil listrik buatan tenaga ahli Indonesia tidak berkembang.

Ricky mengakui, saat ini dukungan pemerintah dan pelaku industri terhadap pengembangan mobil listrik belum maksimal, baru segelintir orang yang peduli terhadap program mobil listrik nasional.

"Saya menilai belum ada niat berubah. Kesadaran kita perlunya mobil listrik belum terbentuk. Sosialisasi pemerintah juga kurang. Padahal pada 25 Mei 2012 itu Pak Presiden sudah beri arahan jelas kementerian terkait tentang pengembangan mobil listrik," sebutnya.

Alhasil, bila mobil listrik dalam negeri tidak didukung , Indonesia bakal menjadi penonton terhadap banjirnya mobil listrik dari luar negeri. Meskipun para tenaga ahli mobil listrik Indonesia mampu memproduksi purwarupa mobil listrik dan menciptakan komponen mobil listrik.


Semua Gaji Dahlan Diberikan ke Ricky

Ricky Elson mengaku menerima semua gaji Dahlan sebagai Menteri BUMN dalam dua tahun terakhir. Tiap bulan ia menerima Rp 19 juta.

"Saya terima gaji menteri sebagai PNS. Beliau punya gaji Rp 19 juta per bulan," kata Ricky.

Ricky mengaku menerima gaji yang diperoleh Menteri BUMN sejak Mei 2012. Pria yang lama berkarya di Jepang ini telah memperoleh gaji rutin. "Bulan besok tepat 2 tahun," sebutnya.

Ricky juga menjelaskan awal mula Dahlan berkomitmen menyerahkan semua gaji yang diterima sebagai Menteri BUMN kepadanya. Pada tanggal 30 April 2012, Ricky dipanggil Dahlan.

Saat itu terjadi pembicaraan tentang pengembangan mobil listrik di Indonesia. Usai diskusi, Dahlan berjanji menyerahkan semua gajinya kepada Ricky sebagai apresiasi karena Ricky bersedia kembali dari Jepang untuk mengembangkan mobil listrik nasional.

"Pada bulan 5 saya langsung menerima gaji Menteri BUMN," sebutnya.

Meskipun menerima gaji rutin Rp 19 juta per bulan, Ricky mengaku uang tersebut tidak digunakan untuk hal yang aneh-aneh. Justru gaji rutin Menteri BUMN dipakai untuk melatih anak muda di dalam mengembangkan teknologi mobil listrik dan teknologi listrik energi terbarukan pembangkit listrik kincir angin di Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Uang dari Pak Dahlan sebagai amanat itu digunakan untuk kaderisasi anak muda," tegasnya.



Beredar Kabar Ricky Ingin Kembali ke Jepang

Ricky dikabarkan berencana kembali ke Jepang karena mobil listrik buatannya tidak banyak dapat dukungan. Namun, pria pencipta mobil listrik sport Selo dan minibus Gendhis ini menyatakan tetap akan tinggal di Indonesia.

Ricky menegaskan akan tetap tinggal di Indonesia untuk mengembangkan teknologi mobil listrik dan energi listrik terbarukan (renewable energy).

"Saya tidak ingin kembali ke Jepang," kata Ricky kepada detikFinance.

Saat kabar beredar, Ricky sempat dihubungi salah satu ahli mobil dan sepeda motor listrik lainnya yakni Mario Rivaldi, yang memotivasi Ricky agar tetap mengembangkan mobil listrik di Indonesia.

Bahkan Mario memberi informasi bahwa kesulitan yang dialami Ricky untuk memperoleh izin sertifikasi mobil listrik sudah mulai menemui titik terang. Ternyata izin sertifikasi mobil listrik berada di Kementerian Perhubungan, bukan di Kementerian Riset dan Teknologi.

"Kemarin saya ditelepon oleh Mas Mario. Saya sampaikan ke Mas Mario bahwa saya nggak pernah bilang putus asa. Dia bilang Mas Ricky jangan pulang ke Jepang. Katanya teman-teman sedang keluarkan izin dari kemenhub. Dia bilang jangan ditekan Kemenristek. Ternyata di UU nggak ada izin pengujian di Kemenristek. Mereka bukan wewenanngnya," sebutnya.

Alhasil, Kemenhub saat ini berusaha total menerbitkan izin agar sertifikasi mobil listrik karya putra putri Indonesia bisa berkembang. "Kemenhub sedang semangat-semangatnya. Saya nggak keluarkan pernyataan meragukan pemerintah," katanya.

Bahkan saat ini dirinya tengah aktif mendidik dan membagi ilmu kepada anak-anak muda untuk mengembangan mobil listrik dan teknologi listrik dari sumber energi terbarukan.

"Saya tetap konsisten mengembangkan listrik tenaga angin bersama adik-adik. Ada juga pengembangan mobil listrik," sebutnya



Selasa, 15/04/2014 05:31 WIB

Laporan dari Malaysia

Kiprah 'Anak Muda' RI Bangun Perusahaan Anti Penyadapan dan Go International

Indra Subagja - detikNews

http://news.detik.com/read/2014/04/15/053125/2555152/10/kiprah-anak-muda-ri-bangun-perusahaan-anti-penyadapan-dan-go-international?991101mainnews



Kuala Lumpur - Anak-anak muda ini rata-rata berusia 30-an tahun. Mereka saweran membangun perusahaan antipenyadapan bernama PT Indoguna Cipta Kreasi (ICK). Mereka terdiri atas para programer, yang mengatur manajemen, dan marketing. Usia perusahaan start up di bidang IT security ini tak lebih dari 3 tahun, tapi mereka siap go international.

"Mei mendatang kita membuka cabang di Singapura, Thailand, dan Vietnam," kata Presiden Direktur ICK Agung Setia Bakti saat ditemui di Defence Services Asia di Kuala Lumpur, Malaysia (14/4/2014).

Agung menuturkan, beberapa waktu lalu dirinya bertemu temannya yang programer. Dari nongkrong-nongkrong khas anak muda, mereka kemudian bersepakat membentuk perusahaan antipenyadapan yang bergerak di bidang pengamanan anti forensik dan audit untuk menjamin pelanggan mereka.

"Ini modalnya patungan," imbuh Agung.

Perusahaan yang menyewa ruang kantor di TB Simatupang, Jaksel ini pun mulai serius memasarkan produk mereka. Produk digarap dengan profesional. "Itu kantor buat ketemu klien, tapi yang programer yang enskripsi data rahasia, di Jakarta pokoknya," tambah Agung dengan senyum.

Saat ini baru data SMS saja yang diproteksi dan dinamai SMS guard. Jadi di HP pelanggan dipasang program yang datanya tak bisa dibaca mereka yang menyadap. Selain dipasang di pelanggan, juga dipasang di rekanan yang menerima SMS itu.

"Jadi isi SMS itu hanya bisa dibaca sesama mereka saja. Yang lain nggak bisa, kita jamin. Kita saja sendiri nggak bisa baca," yakinnya.

Untuk cabang di luar negeri, mereka sudah selesai melakukan rekruitmen. Pada Mei mendatang perusahaan ini langsung jalan. "Kita nggak kalah sama perusahaan yang sudah besar, kita jamin," jelas Agung sambil menunjuk perusahaan besar asal Swiss yang membangun stan produk di depan perusahaannya di pameran DSA.

Sasaran Agung, yakni individu dan korporasi yang membutuhkan privasi dalam sambungan telepon mereka. "Satu telepon yang kami pasang program perbulannya Rp 1,3 juta, ini cukup murah," tegasnya.

Agung tak sembarang bicara soal kemampuan produknya. Di Jakarta saja sudah ada sekitar 200 orang yang menjadi pelanggannya. Agung tak mau menyebut nama-nama mereka karena itu bagian dari rahasia perusahaan.

"Ada lawyer, ada pejabat, ada pengusaha. Ya banyak lah," tutur dia.

Akhir tahun ini, perusahaan Agung tak hanya memberikan program antisadap untuk SMS. Mereka siap meluncurkan alat antisadap untuk voice alias percakapan telepon. Program antisadap ini siap dipamerkan di Jakarta Indo Defence.

Menurut dia juga perusahaannya melayani jasa pengamanan data perusahaan, secured data base, dan pengamanan VPN. Mengutip yang disampaikan Menhan Malaysia M Hishamuddin bahwa era mendatang adalah era cyber war dan Agung serta perusahaannya siap memberikan pelayanan.

"Mimpi kami perusahaan anak muda yang bergerak di bidang IT security ini bisa go public dan terkemuka di dunia. Mohon dukungannya," tutupnya.