Halaman

Senin, 31 Mei 2010

Lakukan tindakan, maka kita akan berubah

Kemarin (ahad, 30 Mei 2010) saya mengikuti tatsqif oleh Ustadz Hidayaturrohman. Temanya tentang perubahan. Berikut saya tuliskan beberapa poin yang masih saya ingat. Semoga bermanfaat.

Lakukan tindakan, maka kita akan berubah.
Perubahan tidak akan pernah terjadi, manakala kita tidak melakukan tindakan apa pun.

Kita dapat berubah dalam hitungan menit.
Tindakan yang baik tidak akan lahir kecuali dari rahim pikiran positif.
Pikiran positif lahir dari ilmu.
Ilmu kita dapatkan dari proses pembelajaran.
Jadi dapat dirumuskan 5 langkah menuju perubahan :
  1. pembelajaran
  2. ilmu
  3. pikiran positif
  4. tindakan positif
  5. perubahan
Ayat pertama yang diturunkan Alloh SWT kepada Rosululloh Muhammad SAW dan diajarkan kepada para  sahabat adalah tentang membaca, "iqro" bacalah. Lima ayat yang pertama turuun itu adalah Al Qur'an surat Al Alaq ayat 1-5.
Pelajaran pertama kali dan perintah pertama kali kepada umat ini adalah MEMBACA.
  • "Iqro bismi robbikalladzi kholaq. Kholaqol insana min 'alaq. Iqro wa robbukal akrom. alladzi 'allama bil qolam. 'Allamal insaana maa lam ya'lam."
  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Kata yang diulang 2 kali dalam ayat tersebut adalah :
  1. iqro (bacalah)
  2. kholaq (menciptakan)
  3. 'allama (mengajarkan)
 Alloh SWT di dalam ayat tersebut tidak menyebutkan objek dari membaca. Alloh SWT sengaja membiarkan hal itu. Kita dapat memahami hal ini merupakan isyarat dari Alloh SWT bahwa kita diperintahkan untuk membaca apa saja. Bacalah apa saja yang telah diciptakan Alloh SWT di dunia ini.

Ketika ayat ini turun, Rosululloh Muhammad SAW (yang saat itu belum diangkat menjadi nabi) sedang menyendiri di goa hiro. Beliau dikejutkan dengan kedatangan sesosok makhluk yang belum pernah dilihatnya, yang dengan tiba-tiba memeluknya dan mengatakan "Bacalah". Muhammad menjawab, "Aku tidak bisa membaca". Makhluk yang kemudian diketahui oleh beliau sebagai malaikat jibril itu mengulangi kata tersebut 3 kali, Muhammad pun menjawab dengan kalimat yang sama.

Beliau adalah seorang ummi, seorang yang tidak bisa membaca dan menulis (Hal ini merupakan kesengajaan dari Alloh SWT yang akan kita ketahui kemudian hikmah dibalik kondisi beliau ini).

Berdasarkan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat 1-5 QS. Al Alaq tersebut, kita dapat memahami bahwa Alloh memerintahkan kita untuk membaca apa saja yang telah diciptakan-Nya, termasuk di dalamnya kehidupan ini. Tidak hanya sekedar membaca tulisan atau buku. Di sini kita dapat memahami bahwa membaca yang dimaksud adalah mempelajari. Jadi perintah pertama kali yang diterima oleh Rosululloh Muhammad SAW atau bisa juga kita pahami bahwa perintah yang pertama kali diberikan kepada umat Islam adalah membaca atau belajar atau tugas pembelajaran.

Kita dapat memahami dari ayat-ayat tersebut bahwa pengertian belajar disini tidak hanya belajar untuk diri kita sendiri, tapi juga mengajarkan kembali apa yang telah kita pelajari kepada orang lain.

Rosululloh SAW mengajarkan pertama kali apa yang telah beliau ketahui kepada orang-orang terdekatnya yaitu Khodijah (istrinya), Ali bin Abi Tholib (keponakannya), Zaid bin Haritsah (pelayannya), dan Abu Bakar (sahabat terdekatnya).
Baru kemudian keempat orang tersebut mengajarkan kepada sahabat-sahabat yang lain. Keempat sahabat inilah yang disebut "al mubasysyirina bil jannah" (orang-orang yang digembirakan dengan surga).

Dalam sebuah hadits disebutkan tentang perintah menuntut ilmu.
"Tholabul ilmu fariidhotun alal muslim" Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)
Di dalam hadits tersebut dipakai kata "fariidhoh" yang berasal dari kata farodho, fardhu, yang artinya wajib. Kata "fariidhoh" merupakan shighot mubalaghoh, yang artinya penekanan dalam makna nya dua kalo lipat. Maksudnya menuntut ilmu merupakan kewajiban yang tidak hanya 100% tapi bahkan 200%.

(bersambung).

Minggu, 30 Mei 2010

Mo nulis apa ?

Itulah pertanyaan pertama dari bidadariku tercinta. Ketika aku bilang mo buat blog.
"Ya, apa ajalah yang ada di kepala ini", jawabku.
Terus terang aku belum punya ilmu menulis, jadi gak tau gimana seharusnya aturan2 nulis itu.
Yang penting menurutku adalah kutuangkan aja apa yang ada di kepala ini. Nanti sambil jalan diperbaiki. Learning by doing kata orang Mediun ..he...he..

Sabtu, 29 Mei 2010

3 Karakter Manusia

Tiap sabtu saya mengikuti pelatihan terjemah al Qur'an di masjid Raya Pondok Indah.
Saya coba tuliskan apa yang saya dapatkan. Semoga bermanfaat buat temen2 yang membacanya.

Pelajaran terjemah Al Qur'an hari ini dah mulai masuk surat al Baqarah ayat 1-9.
Awal surat al Baqarah terbagi menjadi 3 tema pembahasan, yaitu
  1. pembahasan tentang orang beriman (ayat 1 s/d 5)
  2. pembahasan tentang orang kafir (ayat 6 s/d 7)
  3. pembahasan tentang orang munafiq (ayat 8 s/d 20)

Hal ini menunjukan karakter manusia terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu beriman, kafir dan munafiq.
Pembahasan tentang orang munafiq paling banyak (12 ayat) karena untuk mengenali orang munafik ini lebih sulit. Bicara dengan mereka susah ditebak.
Ayat 1, alif lam mim. Ayat ini tidak diterjemahkan, karena hanya Alloh saja yang tau maknanya.
Ayat 2, dzalika al kitaabu laa roiba fiihi hudan li al muttaqin. Inilah al qur'an yang tidak ada keraguan di dalamnya, merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.
Dzalika bermakna itu, tapi dalam terjemah diartikan sebagai ini. "Itu" menunjukan jarak yg jauh. Maksudnya hal ini untuk menunjukkan tinggi dan agungnya Al Qur'an.
Laa (tidak ada) roiba (keraguan) fiihi (di dalamnya). Tidak ada hal2 yang meragukan sedikitpun di dalam Al Qur'an ini. Ini merupakan jaminan Alloh SWT.
Hudan (petunjuk) li ( bagi) al mutaqin (orang-orang yang bertaqwa).
Siapa yang dimaksud sebagai orang-orang yang bertaqwa ? Jawabannya ada pada ayat berikutnya (ayat 3)
  1. alladzina yu'minuna (orang-orang yang beriman), bi al ghoibi (dengan yang ghoib),
  2. wa (dan) yuqiimuna (orang-orang yang mendirikan) ash sholah (sholat)
  3. wa (dan) min ma (dari apa yang) rozaqnahum (telah kami rizkikan kepada mereka) yunfiqun (mereka menafkahkan)

(bersambung)

Baru buat blog

Alhamdulillah akhirnya bisa bikin blog juga.
Mo coba belajar menulis.
Kayaknya dah banyak yang ada di kepala ini, sayang kalo tidak dituangkan dalam bentuk tulisan.
Semoga bisa bermanfaat bagi saya pribadi, keluarga dan semua orang yang membaca blog ini.