Lakukan tindakan, maka kita akan berubah.
Perubahan tidak akan pernah terjadi, manakala kita tidak melakukan tindakan apa pun.
Kita dapat berubah dalam hitungan menit.
Tindakan yang baik tidak akan lahir kecuali dari rahim pikiran positif.
Pikiran positif lahir dari ilmu.
Ilmu kita dapatkan dari proses pembelajaran.
Jadi dapat dirumuskan 5 langkah menuju perubahan :
- pembelajaran
- ilmu
- pikiran positif
- tindakan positif
- perubahan
Pelajaran pertama kali dan perintah pertama kali kepada umat ini adalah MEMBACA.
- "Iqro bismi robbikalladzi kholaq. Kholaqol insana min 'alaq. Iqro wa robbukal akrom. alladzi 'allama bil qolam. 'Allamal insaana maa lam ya'lam."
- Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
- Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
- Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
- Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
- Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Kata yang diulang 2 kali dalam ayat tersebut adalah :
- iqro (bacalah)
- kholaq (menciptakan)
- 'allama (mengajarkan)
Ketika ayat ini turun, Rosululloh Muhammad SAW (yang saat itu belum diangkat menjadi nabi) sedang menyendiri di goa hiro. Beliau dikejutkan dengan kedatangan sesosok makhluk yang belum pernah dilihatnya, yang dengan tiba-tiba memeluknya dan mengatakan "Bacalah". Muhammad menjawab, "Aku tidak bisa membaca". Makhluk yang kemudian diketahui oleh beliau sebagai malaikat jibril itu mengulangi kata tersebut 3 kali, Muhammad pun menjawab dengan kalimat yang sama.
Beliau adalah seorang ummi, seorang yang tidak bisa membaca dan menulis (Hal ini merupakan kesengajaan dari Alloh SWT yang akan kita ketahui kemudian hikmah dibalik kondisi beliau ini).
Berdasarkan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat 1-5 QS. Al Alaq tersebut, kita dapat memahami bahwa Alloh memerintahkan kita untuk membaca apa saja yang telah diciptakan-Nya, termasuk di dalamnya kehidupan ini. Tidak hanya sekedar membaca tulisan atau buku. Di sini kita dapat memahami bahwa membaca yang dimaksud adalah mempelajari. Jadi perintah pertama kali yang diterima oleh Rosululloh Muhammad SAW atau bisa juga kita pahami bahwa perintah yang pertama kali diberikan kepada umat Islam adalah membaca atau belajar atau tugas pembelajaran.
Kita dapat memahami dari ayat-ayat tersebut bahwa pengertian belajar disini tidak hanya belajar untuk diri kita sendiri, tapi juga mengajarkan kembali apa yang telah kita pelajari kepada orang lain.
Rosululloh SAW mengajarkan pertama kali apa yang telah beliau ketahui kepada orang-orang terdekatnya yaitu Khodijah (istrinya), Ali bin Abi Tholib (keponakannya), Zaid bin Haritsah (pelayannya), dan Abu Bakar (sahabat terdekatnya).
Baru kemudian keempat orang tersebut mengajarkan kepada sahabat-sahabat yang lain. Keempat sahabat inilah yang disebut "al mubasysyirina bil jannah" (orang-orang yang digembirakan dengan surga).
Dalam sebuah hadits disebutkan tentang perintah menuntut ilmu.
"Tholabul ilmu fariidhotun alal muslim" Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)
Di dalam hadits tersebut dipakai kata "fariidhoh" yang berasal dari kata farodho, fardhu, yang artinya wajib. Kata "fariidhoh" merupakan shighot mubalaghoh, yang artinya penekanan dalam makna nya dua kalo lipat. Maksudnya menuntut ilmu merupakan kewajiban yang tidak hanya 100% tapi bahkan 200%.
(bersambung).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
trima kasih u/ teman-teman yang mau kasih komen, masukan, kritikan ... karena saya masih baru dalam dunia tulis menulis dan blog ...